1. Apa yang dimaksud etika?
Pada pengertian yang paling
dasar, etika adalah sistem nilai pribadi yang digunakan memutuskan apa yang
benar, atau apa yang paling tepat, dalam suatu situasi tertentu; memutuskan apa
yang konsisten dengan sistem nilai yang ada dalam organisasi dan diri pribadi.
Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang
berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Kata etika berasal dari
bahasa Yunani, “Ethos”, atau ”Taetha” yang berarti tempat tinggal, padang
rumput, karakter , watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Oleh filsuf
Yunani, Aristoteles, etika digunakan untuk menunjukkan filsafat moral yang
menjelaskan fakta moral tentang nilai dan norma moral, perintah, tindakan
kebajikan dan suara hati. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan
konsep yang dimiliki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah
tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau
baik.
2. Jelaskan mengenai :
etika yang kita lakukan sehari-hari dan etika dalam berbisnis, serta sebutkan
contohnya.
Etika yang kita lakukan
sehari-hari : Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan
manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya
melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia
untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini.
Etika pada akhirnya membantu kitauntuk mengambil keputusan tentang tindakan apa
yang perlu kita lakukan dan yangpelru kita pahami bersama bahwa etika ini dapat
diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika
ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi
kehidupan manusianya
Contohnya : Sopan santun terhadap orang tua dan orang lain, mengikuti norma atau
nilai-nilai budaya, menghormati orang yang lebih tua.
Etika bisnis adalah
penerapan etika dalam menjalankan kegiatan suatu bisnis. Pada dasarnya tujuan
bisnis adalah memperoleh keuntungan, tetapi harus berdasarkan norma-norma hukum
yang berlaku. Norma hukum bisnis mengatur mana yang boleh dan mana yang tidak
boleh dilakukan. Sebaiknya ikutilah dan taatilah peraturan-peraturan yang
dikeluarkan oleh instansi yang berwenang termasuk peraturan dari perusahaan.
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan,
antara lain adalah:
1. Pengendalian diri
2. Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility)
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh
pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4. Menciptakan persaingan yang sehat
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi)
7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan
pengusaha ke bawah
9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah
disepakati
11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hokum
positif yang berupa peraturan perundang-undangan
3. Jelaskan dan berikan contoh mengenai etika teleologi dan etika deontologi
Etika Teleologi
Teleologi berasal dari akar kata Yunani telos, yang berarti akhir, tujuan,
maksud, dan logos, perkataan. Teleologi adalah ajaran yang menerangkan
segala sesuatu dan segala kejadian menuju pada tujuan tertentu. Istilah
teleologi dikemukakan oleh Christian Wolff, seorang filsuf Jerman abad ke-18.
Teleologi merupakan sebuah studi tentang gejala-gejala yang memperlihatkan
keteraturan, rancangan, tujuan, akhir, maksud, kecenderungan, sasaran, arah,
dan bagaimana hal-hal ini dicapai dalam suatu proses perkembangan. Dalam
arti umum, teleologi merupakan sebuah studi filosofis mengenai bukti perencanaan,
fungsi, atau tujuan di alam maupun dalam sejarah. Dalam bidang lain, teleologi
merupakan ajaran filosofis-religius tentang eksistensi tujuan dan
“kebijaksanaan” objektif di luar manusia. Etika teleologi dibedakan menjadi dua
yaitu:
1. Teleologi Hedonisme (hedone= kenikmatan) yaitu tindakan yang bertujuan untuk
mencari kenikmatan dan kesenangan.
contoh : orang yang suka mengumpulkan harta berlebih atau tidak puas akan
hartanya, di hidupnya hanya senang-senang tidak memikirkan akhirat seperti
clubbing, minum, narkoba, dsb
2. Teleologi Eudamonisme (eudamonia=kebahagiaan) yaitu tindakan yang bertujuan
mencari kebahagiaan hakiki.
contoh : rajin beribadah, mencintai alam
Etika Deontologi
Deontologi berasal dari
kata Yunani deon,
yang berarti sesuatu yang harus dilakukan atau kewajiban yang harus dilakukan
sesuai dengan norma sosial yang berlaku. Istilah ini, digunakan kedalam suatu
sistem etika. Istilah ini digunakan pertama kali oleh filsuf dari Jerman yaitu
Immanuel Kant.
Contoh: manusia beribadah kepada Tuhan karena sudah merupakan kewajiban manusia
untuk menyembah Tuhannya, bukan karena perbuatan tersebut akan mendapatkan
pahala.
4. Secara umum etika
dibagi menjadi ? jelaskan secara rinci.
Jawab :
Secara umum Etika di
bagi menjadi tiga bagian, yaitu :
1. Meta-Etika (Study konsep etika)
2. Etika Terapan (Study penggunaan nilai-nilai etika)
3. Etika Normatif (Study penilaian etika)
Secarametodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan
sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karena
itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkahl
aku manusia .Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti
juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika
melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.
I. Meta-Etika (Study konsep etika)
Meta-etika adalah suatu jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya
suatu tindakan atau peristiwa. Dalam meta-etika, tindakan atau peristiwa yang dibahas
dipelajari berdasarkanhal itu sendiri dan dampak yang dibuatnya.
Contoh Meta- Etika :
Seorang anak menendang bola hingga
kaca jendela pecah. "Secara meta-etis, baik-buruknya tindakan tersebut harus
dilihat menurut sudut pandang yang
netral.Pertama, dari sudut pandang si anak, bukan lah suatu ke salahan apabila ia
menendang bola ketika sedang bermain, karena memang dunia nya (dunia anak-anak)
memang salah satunya adalah bermain, apalagi ia tidak sengaja melakukannya
II. Etika Terapan (Study penggunaan nilai-nilai etika)
Etika terapan merupakan kepedulian terhadap etika yang lebih mendalam dalam menjalankan
kehidupan yang lebih baik.Kira-kira empat dasawarsa terakhir
perhatian terhadap filsafat moral (etika) berubah drastis.
Beberapa factor yang mempengaruhi perubahan tersebut.
1. Perkembangan dalam
bidang ilmu pengetahuan dan tekhnologi, khususnya dalam sector ilmu-ilmu
biomedis. Perkembangan pesat bidang ini telah menimbulkan banyak persoalan etis
yang besar.
2. Terciptanya semacam
“iklim moral” yang mengundang minat baru untuk etika. Iklim baru yang dimaksud
berupa munculnya gerakan hak diberbagai bidang, yang secara khusus telah
mengundang peran aktual dari etika itu sendiri.
III. EtikaNormatif
(Study Penentuan Nilai etika)
Etika normatif yaitu etika yang berusaha
menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia
dalam hidup ini sebagai sesuatu yang
bernilai . Etikanormatif member penilaian sekaligus member norma sebagai dasar dan
kerangka tindakan yang akan diputuskan.
Etika normatif tidak berbicara lagi
tentang gejala-gejala, melainkan tentang apa yang sebenarnya harus merupakan
tindakan kita. Dalam etika normatif, norma-norma dinilai, dan sikap manusia
ditentukan (Hamersma, 1994:24). Jadi, etika normatif berbicara mengenai
pelbagai norma yang menuntun tingkah laku manusia. Etika Normatif memberi
penilaian dan himbauan kepada manusia untuk bertindak sebagaimana seharusnya
berdasarkan norma-norma.
Contoh penerapan etika normatif adalah :
1. Kebiasaan
minum tuak harus ditolak, karena dapat menghilangkan kesadaran manusia
dan merusak organ tubuhnya.
2. Kebiasaan
prostitusi, harus ditolak, karena bertentangan dengan martabat manusia.
3. Kebiasaan menggunakan NARKOBA harus ditolak
, karena dapat merusak organ
tubuh (menyiksa diri sendiri)
5.
Jelaskan mengenai mitos Bisnis Amoral?
Jawab?
Mitos Bisnis Amoral itu sendiri adalah Mitos atau ungkapan yang menggambarkan bahwa antara
bisnis dengan moralitas atau etika tidak ada hubungannya sama sekali. Namun mitos ini tidak sepenuhnya benar. Bisa
dikatakan demikian, karena bagi pebisnis yang menginginkan bisnisnya lancar dan
tahan lama, segi materi tidaklah cukup untuk menjaga, dibutuhkan pengetahuan,
pengalaman yang luas untuk dapat meraih tujuan tersebut. Beberapa perusahaan ternyata bisa
berhasil karena memegang teguh kode etis dan komitmen moral tertentu.Bisnis
juga bagian aktivitas yang penting dari masyarakat, sehingga norma atau nilai
yang dianggap baik dan berlaku di masyarakat ikut dibawa serta dalam kegiatan
bisnis dan harus dibedakan antara legalitas dan moralitas
Persaingan
dunia bisnis yang ketat, perusahaan
dapat mengutamakan etika bisnis, yaitu pelaku bisnis di tuntut menjadi
orang yang profesional di bidang usahanya. Yang meliputi kinerja di dalam bisnis,
manajemen, kondisi keuangan perusahaan, kinerja etis dan etos bisnis yang baik.
Perusahaan dapat mengetahui bahwa konsumen adalah raja, dengan ini pihak
perusahaan dapat menjaga kepercayaan konsumen, meneliti lebih lanjut lagi
terhadap selera dan kemauan konsumen serta menunjukkan citra (image) bisnis
yang etis dan baik. Peran pemerintah yang menjamin kepentingan antara hak dan
kewajiban bagi semua pihak yang ada dalam pasar terbuka, dengan ini perusahaan
harus menjalankan bisnisnya dengan baik dan etis. Perusahaan modern menyadari
bahwa karyawan bukanlah tenaga yang harus di eksploitasi demi mencapai
keuntungan perusahaan.
Jadi dengan demikian bisa di simpulkan:
1.
Bisnis bukan sepenuhnya hasil Judi
-Bisnis memang mempertaruhkan
uang, tapi Itu juga mempertaruhkan nama baik, keluarga dan lain-lain di luar
uang
2. Bisnis memerlukan strategi yang kuat
-Walaupun bisnis bisa dibilang sama dengan permainan,
tapi permainan ini penuh dengan perhitungan dan tidak sembarangan sehingga
tidak merugikan orang lain bahkan diri sendiri.
3. Dapat membedakan legalitas dan
moralitas
-Legalitas dan Moralitas
berkaitan satu sama lain tapi tidak identik. Hukum memang mengandalkan
Legalitas dan Moralitas, tapi tidak semua Hukum dengan Legalitas yang baik ada
unsur Moralitasnya, contohnya Praktek Monopoli.
4.
Etika harus
dibedakan melalui ilmu empiris
-ilmu empiris diibaratkan ilmu pasti seperti matematika,
suatu kenyataan bisa dijadikan patokan dalam pembuatan keputusan selanjutnya,
namun lain halnya dengan etika, etika memang melihat kenyataan sebagai
pengambilan keputusan dan perbedaannya terletak pada unsur-unsur pertimbangan
lain dalam mengambil keputusan.
6. Sebutkan dan jelaskan prinsip–prinsip etika
bisnis !
Jawab?
Prinsip etika bisnis di bagi menjadi empat bagian, yaitu :
1.Prinsip Otonomi. Otonomi
adalah sikap dan kemampuan manusia untuk bertindak berdasarkan kesadarannya
sendiri. Bertindak secara otonom mengandaikan adanya kebebasan mengambil
keputusan dan bertindak menurut keputusan itu. Otonomi juga mengandaikan adanya
tanggung jawab. Dalam dunia bisnis, tanggung jawab seseorang meliputi tanggung
jawab terhadap dirinya sendiri, pemilik perusahaan, konsumen, pemerintah, dan
masyarakat.
2. Prinsip Kejujuran. Prinsip
kejujuran meliputi pemenuhan syarat-syarat perjanjian atau kontrak, mutu barang
atau jasa yang ditawarkan, dan hubungan kerja dalam perusahaan. Prinsip ini
paling problematik karena masih banyak pelaku bisnis melakukan penipuan.
3. Prinsip Tidak Berbuat Jahat dan Berbuat Baik. Prinsip ini
mengarahkan agar kita secara aktif dan maksimal berbuat baik atau menguntungkan
orang lain, dan apabila hal itu tidak bisa dilakukan, kita minimal tidak
melakukan sesuatu yang merugikan orang lain atau mitra bisnis.
4. Prinsip Keadilan. Prinsip ini
menuntut agar kita memberikan apa yang menjadi hak seseorang di mana prestasi
dibalas dengan kontra prestasi yang sama nilainya.
5. Prinsip Hormat Pada Diri Sendiri. Prinsip ini
mengarahkan agar kita memperlakukan seseorang sebagaimana kita ingin
diperlakukan dan tidak akan memperlakukan orang lain sebagaimana kita tidak
ingin diperlakukan.
7. Sebutkan dan jelaskan mengenai kelompok-
kelompok STAKEHOLDER?
Jawab?
Sebuah stakeholder perusahaan adalah
pihak yang dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh tindakan dari bisnis secara
keseluruhan. Konsep stakeholder pertama kali digunakan dalam sebuah memorandum
internal 1963 di Stanford Research lembaga. Ini didefinisikan pemangku
kepentingan sebagai kelompok-kelompok yang tanpa dukungan organisasi akan
berhenti untuk eksis. Teori ini kemudian dikembangkan dan diperjuangkan oleh R.
Edward Freeman pada 1980-an. Sejak itu telah mendapat penerimaan luas dalam
praktek bisnis dan teori yang berkaitan dengan manajemen strategis, tata kelola
perusahaan, tujuan bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Kelompok stakeholders:
1.
Pasar (atau primer) Stakeholder –
stakeholder biasanya internal, adalah mereka yang terlibat dalam transaksi
ekonomi dengan bisnis. (Untuk pemegang saham contoh,
pelanggan,pemasok,kreditor,dankaryawan)
2. Non Pasar
(atau Sekunder) Stakeholder – biasanya para pemangku kepentingan
eksternal, adalah mereka yang – meskipun mereka tidak terlibat dalam pertukaran
ekonomi langsung dengan bisnis – dipengaruhi oleh atau dapat mempengaruhi
tindakannya. (Misalnya masyarakat umum, masyarakat, kelompok aktivis, kelompok
dukungan bisnis, dan media)
8. Sebutkan Kriteria dan prinsip etika
utilitarianisme, sebutkan pula nilai positif dan kelemahannya!
Jawab?
Teori
Utilitarianisme
Kemunculan teori
utilitarianisme merupakan pengembangan dari pemahaman etika teleologi yang
dikembangkan terutama oleh tokoh-tokoh besar pemikiran etika dari Eropa seperti
Jeremy Bentham (1748-1832) dan John Stuart Mill (1806-1873) (Ludigdo, 2007).
Etika teleologi ini, juga dikenal sebagai etika konsekuensialisme, yang
memiliki pandangan mendasar bahwa suatu tindakan dinilai baik atau buruk
berdasarkan tujuan atau akibat dilakukannya tindakan tersebut. Namun dalam
pemahamannya tidak mudah untuk menilai baik buruknya tujuan atau akibat dari
suatu tindakan dalam kerangka etika, sehingga muncullah varian darinya yaitu
egoisme dan utilitarianisme. Etika egoisme menilai baik buruknya tindakan dari
tujuan dan manfaat tindakan tersebut bagi pribadi-pribadi. Pada akhirnya
egoisme cenderung menjadi hedonisme, karena setiap manfaat atas suatu tindakan
pribadi-pribadi yang berdasarkan kebahagian dan kesenangan demi memajukan dirinya
sendiri tersebut biasanya bersifat lahriah dan diiukur berdasarkan materi.
Terlepas dari daya tariknya, teori utilitarianisme
juga mempunyai kelemahan, antara lain:
a) Manfaat merupakan konsep yang kompleks sehingga
penggunaannya sering menimbulkan kesulitan. Masalah
konsep manfaat ini dapat mencakup persepsi dari manfaat itu sendiri yang
berbeda-beda bagi tiap orang dan tidak semua manfaat yang dinilai dapat
dikuantifikasi yang berujung pada persoalan pengukuran manfaat itu sendiri.
b) Utilitarianisme tidak mempertimbangkan nilai suatu
tindakan itu sendiri, dan hanya memperhatikan akibat dari tindakan itu. Dalam hal ini
utilitarianisme dianggap tidak memfokuskan pemberian nilai moral dari suatu
tindakan, melainkan hanya terfokus aspek nilai konsekuensi yang ditimbulkan
dari tindakan tersebut. Sehingga dapat dikatakan bahwa utilitarianisme tidak
mempertimbangkan motivasi seseorang melakukan suatu tindakan.
c) Kesulitan untuk menentukan prioritas dari kriteria
etika utilitarianisme itu sendiri, apakah
lebih mementingkan perolehan manfaat terbanyak bagi sejumlah orang atau jumlah
terbanyak dari orang-orang yang memperoleh manfaat itu walaupun manfaatnya
lebih kecil.
d) Utilitarianisme hanya menguntungkan mayoritas. Dalam hal ini
suatu tindakan dapat dibenarkan secara moral sejauh tindakan tersebut
menguntungkan sebagian besar orang, walaupun mungkin merugikan sekelompok
minoritas. Dengan demikian, utilitarianisme dapat dikatakan membenarkan
ketidakadilan, yaitu bagi kelompok yang tidak memperoleh manfaat.
9. Sebutkan syarat bagi tanggung jawab moral,
status perusahaan, serta argumen yang mendukung dan menentang perlunya
keterlibatan sosial perusahaan.?
Jawab?
1.
Syarat Bagi Tanggung Jawab Moral
Dalam membahas
prinsip-prinsip etika profesi dan prinsip-prinsip etika bisnis, kita telah
menyinggung tanggung jawab sebagai salah satu prinsip etika yang penting.
Persoalan pelik yang harus dijawab pada tempat pertama adalah manakala kondisi
bagi adanya tanggung jawab moral. Manakah kondisi yang relevan yang
memungkinkan kita menuntut agar seseorang bertanggung jawab atas tindakannya.
Ini sangat penting, karena tidak sering kita menemukan orang yang mengatakan
bahwa tindakan itu bukan tanggung jawabku.
Paling sedikit ada
tiga syarat penting bagi tanggung jawab moral. Pertama, tanggung jawab mengandaikan bahwa suatu tindakan dilakukan
dengan sadar dan tahu. Tanggung jawab hanya bisa dituntut dari seseorang kalau
ia bertindak dengan sadar dan tahu akan tindakannya itu serta konsekwensi dari
tindakannya. Hanya kalau seseorang bertindak dengan sadar dan tahu, baru
relevan bagi kita untuk menuntut tanggung jawab dan pertanggungjawaban moral
atas tindakannya itu.
Kedua,
tanggung jawab juga mengandalkan adanya kebebasan pada tempat pertama. Artinya,
tanggung jawab hanya mungkin relevan dan dituntut dari seseorang atas
tindakannya, jika tindakannya itu dilakukannya secara bebas. Jadi, jika
seseorang terpaksa atau dipaksa melakukan suatu tindakan, secara moral ia tidak
bisa dituntut bertanggung jawab atas tindakan itu. Ketiga, tanggung jawab
juga mensyaratkan bahwa orang yang melakukan tindakan tertentu memang mau
melakukan tindakan itu. Ia sendiri mau dan bersedia melakukan tindakan itu.
Sehubungan dengan tanggung jawab moral, berlaku prinsip
yang disebut the principle of alternate possibilities. Artinya, hanya kalau
masih ada alternative baginya untuk bertindak secara lain, yang tidak lain
berarti ia tidak dalam keadaan terpaksa melakukan tindakan itu.
2. Status Perusahaan
Status Perusahaan adalah sebuah
badan hukum. Artinya, perusahaan dibentuk berdasarkan badan hukum tertentu dan
disahkan dengan hukum atau aturan legal tertentu. Karena itu, keberadaannya
dijamin dan sah menurut hukum tertentu. Itu berarti perusahaan adalah bentukan
manusia, yang eksistensinya diikat berdasarkan aturan hukum yang sah.Sebagai
badan hukum, perusahaan mempunyai hak-hak legal tertentu sebagaimana dimiliki
oleh manusia. Misalnya, hak milik pribadi, hak paten, hak atas merek tertentu,
dan sebagainya
3.
Lingkup Tanggung Jawab Sosial
Pada tempat pertama
harus dikatakan bahwa tanggung jawab sosial menunjukkan kepedulian perusahaan
terhadap kepentingan pihak-pihak lain secara lebih luas daripada sekedar
terhadap kepentingan perusahaan belaka. Dengan konsep tanggung jawab sosial
perusahaan mau dikatakan bahwa kendati secara moral adalah adalah baik bahwa
perusahaan mengejar keuntungan, tidak dengan sendirinya perusahaan dibenarkan
untuk mencapai keuntungan itu dengan mengorbankan kepentingan pihak lain,
termasuk kepentingan masyarakat luas.
4. Argumen yang
Menentang Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan
antara lain :
a. Tujuan utama
bisnis adalah mengejar keuntungan sebesar-besarnya
Argumen paling keras yang menentang keterlibatan perusahaan dalam berbagai
kegiatan sosial sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan adalah paham
dasar bahwa tujuan utama, bahkan satu-satunya, dari kegiatan bisnis adalah
mengejar keuntungan sebesar-besarnya.
b.
Tujuan yang terbagi-bagi dan harapan yang membingungkan
Bahwa keterlibatan sosial sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan akan
menimbulkan minat dan perhatian yang bermacam-macam, yang pada akhirnya akan
mengalihkan, bahkan mengacaukan perhatian para pimpinan perusahaan. Asumsinya,
keberhasilan perusahaan dalam bisnis modern penuh persaingan yang ketat sangat
ditentukan oleh konsentrasi seluruh perusahaan, yang ditentukan oleh
konsentrasi pimpinan perusahaan, pada core business-nya.
c.
Biaya keterlibatan sosial
Keterlibatan sosial sebagai wujud dari tanggung jawab sosial perusahaan malah
dianggap memberatkan masyarakat. Alasannya, biaya yang digunakan untuk
keterlibatan sosial perusahaan itu byukan biaya yang disediakan oleh perusahaan
itu, melainkan merupakan biaya yang telah diperhitungkan sebagai salah satu
komponen dalam harga barang dan jasa yang ditawarkan dalam pasar.
d.
Kurangnya tenaga terampil di bidang kegiatan sosial
Argumen ini menegaskan kembali mitos bisnis amoral yang telah kita lihat di
depan. Dengan argumen ini dikatakan bahwa para pemimpin perusahaan tidak
professional dalam membuat pilihan dan keputusan moral. Asumsinya, keterlibatan
perusahaan dalam berbagai kegiatan sosial adalah kegiatan yang lebih bernuansa
moral, karitatif dan sosial.
5. Argumen yang
Mendukung Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan
a.
Kebutuhan dan harapan masyarakat yang semakin berubah
Setiap kegiatan bisnis dimaksudkan untuk mendatangkan keuntungan. Ini tidak
bisa disangkal. Namun dalam masyarakat yang semakin berubah, kebutuhan dan
harapan masyarakat terhadap bisnis pun ikut berubah. Karena itu, untuk bisa
bertahan dan berhasil dalam persaingan bisnis modern yang ketat ini, para
pelaku bisnis semakin menyadari bahwaa mereka tidak bisa begitu saja hanya
memusatkan perhatian pada upaya mendatngkan keuntungan sebesar-besarnya.
b.
Terbatasnya sumber daya alam
Argumen ini didasarkan pada kenyataan bahwa bumi kita ini mempunyai sumber daya
alam yang terbatas. Bisnis justru berlangsung dalam kenyataan ini, dengan
berupaya memanfaatkan secara bertanggung jawab dan bijaksana sumber daya yang
terbatas itu demi memenuhi kebutuhan manusia. Maka, bisnis diharapkan untuk
tidak hanya mengeksploitasi sumber daya alam yang terbatas itu demi keuntungan
ekonomis, melainkan juga ikut melakukan kegiatan sosial tertentu yang terutama
bertujuan untuk memelihara sumber daya alam.
c.
Lingkungan sosial yang lebih baik
Bisnis berlangsung dalam suatu lingkungan sosial yang mendukung kelangsungan
dan keberhasilan bisnis itu untuk masa yang panjang. Ini punya implikasi etis bahwa
bisnis mempunyai kewajiban dan tanggung jawab moral dan sosial untuk
memperbaiki lingkungan sosialnya kea rah yang lebih baik.
d. Pertimbangan
tanggung jawab dan kekuasaan
Keterlibatan sosial khususnya, maupun tanggung jawab sosial perusahaan secara keseluruhan,
juga dilihat sebagai suatu pengimbang bagi kekuasaan bisnis modern yang semakin
raksasa.
e.
Bisnis mempunyai sumber-sumber daya yang berguna
Argumen ini akan mengatakan bahwa bisnis atau perusahaan sesungguhnya mempunyai
sumber daya yang sangat potensial dan berguna bagi masyarakat. Perusahaan tidak
hanya punya dana, melainkan juga tenaga professional dalam segala bidang yang
dapat dimanfaatkan atau dapat disumbangkan bagi kepentingan kemajuan masyarakat
.
f.
Keuntungan jangka panjang
Argumen ini akan menunjukkan bahwa bagi perusahaan, tanggung jawab sosial
secara keseluruhan, termasuk keterlibatan perusahaan.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Teleologi